Perubahan Itu Harus Dimulai

motivasi berubah

AMK.BIZ.ID - Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang tidak mudah. semua ada konsekuensinya. semua ada resikonya. hanya saja semua itu kembali pada kesiapan diri sesorang dalam mengahadapi berbagai pilihan, melintasi rintangan dan menghadapi masalah yang terus bertubi-tubi. kesiapan tersebut tidaklah hadir begitu saja. namun ia hadir dari jalan panjang sebuah perjuangan dan pengorbanan. begitu pula dengan hidayah, ia tidak hadir begitu saja tanpa perjuangan dan pengorbanan. karena sejatinya, hidayah merupakan buah manis pencarian panjang dari seseorang.

Hidayah juga merupakan pilihan. pilihan seseorang untuk mendapatkan hidayah bukanlah pilihan yang biasa. bahkan pilihan ini merupakan pilihan yang berat bahkan sangat sulit tergantung bagaimana kesiapan seseorang menerima hidayah tersebut.

Hidayah haruslah diusahakan, bukan ditunggu. harus ada respon dari kita agar hidayah itu masuk ke dalam relung hati. karena nikmat hidayah ini tidak akan pernah dirasakan oleh orang yang hanya menanti datangnya hidayah. oleh karenanya Allah pun mewajibkan kepada kita untuk meminta hidayah minimal tujuh belas kali dalam 24 jam dalam shalat wajib. 

Hidayah Allah, akan datang jika kita mau mulai untuk mencarinya, berani berjuang dan berkorban untuk mendapatkannya. Allah berfirman dalam surah Ar-Ra'ad Ayat 11:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah nasib mereka sendiri”

Hidayah identik dengan perubahan, perubahan dari kekafiran menuju Islam, perubahan dari kemaksiatan menuju ketaatan, perubahan dari kemalasan menuju kesungguhan, perubahan orientasi dari duniawi menjadi ukhrawi dan semua perubahan itu kuncinya harus diawali dari dalam diri sendiri. 

Allah tidak serta merta memberikan hidayah kepada seseorang walaupun Allah maha kuasa memberikannya kepada siapa pun sesuai kehendakNya. sebagaimana firmannya dalam surah Al-Qashash ayat 56:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."

Allah akan memberikan hidayah kepada orang yang benar-benar dengan kesungguhan hati ingin menggapainya, ingin mendapatkanya. tidak ada niatan lain selain itu dalam setiap perjuangan dan pengorbanannya dalam mencari kebenaran. hal pertegaskan oleh Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 69:

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (di jalan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."

Maka dari itu, perlu kita ingat bahwa perubahan itu harus kita awali dari dalam diri kita, lalu Allah akan memberikan hidayahNya untuk menguatkan diri kita menjadi lebih baik, lebih shalih dan lebih taat kepada Allah. 

Pilihan untuk berubah dan mendapatkan hidayah memang berat, namun yakinlah bahwa setiap kesulitan akan mendatangkan kemudahan. setiap pengorbanan dan perjuangan tidak akan sia-sia. semua itu akan berbuah manis, jika tidak di dunia maka balasan yang lebih baik itu menanti kita di akhirat yang kekal abadi. terakhir, mari kita perbanyak doa agar tetap istiqamah dalam naungan hidayah Allah agar selamat dunia akhirat.  Wallahu a'lamu bishawab


Ditulis oleh: Ustadz Mohammad Ifanudin

Post a Comment

0 Comments