Kehadiran kelompok LGBT masih menjadi sesuatu yang sangat tabu dan bahkan ditentang keras di Indonesia.
Salah satu bukti penentangan ini adalah batalnya pertemuan aktivis LGBT se-Asia Tenggara pada Juli lalu karena banyaknya kecaman dari masyarakat Indonesia.
Namun, tentunya ada pula pihak-pihak yang menerima dan mendukung LGBT. Salah satunya adalah komika, Pandji Pragiwaksono.
Pandji mengaku sudah lama terbuka soal dukungannya kepada komunitas LGBT. Ia justru merasa sedikit heran ketika ada yang kaget dengan pandangannya terkait LGBT.
Melalui video di kanal YouTube yang ia unggah belum lama ini, Pandji Pragiwaksono kembali menegaskan bahwa ia mendukung orang LGBT untuk hidup dengan aman dan nyaman di Indonesia.
“Gua mendukung teman-teman LGBT untuk hidup di Indonesia dengan aman, nyaman, dan tenteram sebagaimana orang Indonesia lainnya,” katanya, seperti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Pandji Pragiwaksono pada Sabtu, 5 Agustus 2023.
Pandji menekankan bahwa selama seseorang tercatat sebagai Warga Negara Indonesia dan membayar pajak, maka orang tersebut punya hak yang sama dengan warga lainnya, terlepas dari orientasi seksual orang tersebut.
“Selama dia adalah Indonesia gua mendukung teman-teman yang LGBTQ untuk bisa hidup aman nyaman dan tentram sebagaimana semua orang Indonesia lainnya. Itu yang gue dukung,” katanya.
Pandji Pragiwaksono lantas mengemukakan alasannya mendukung LGBT di Indonesia. Pertama-tama, ia blak-blakan mengakui mendukung LGBT karena pemahaman agamanya yang kurang dalam.
“Kenapa gua mendukung itu? Yang pertama, kayak tadi gue bilang, karena kemungkinan besar karena memang (pengetahuan) agama gue nggak bagus, nggak dalem, dan gak bener. Gua mah apa adanya aja ya,” kata Pandji Pragiwaksono.
“Kan gua nggak gua nggak menyembunyikan fakta itu gitu. Kayak lu kan tahu gua gua jarang salat, ngajinya terbata-bata, kan lu tahu itu,” sambungnya.
Selanjutnya, Pandji Pragiwaksono mempermasalahkan orang-orang yang menyakiti atau melakukan kekerasan terhadap kelompok LGBT di Indonesia.
Ia menilai orang-orang yang melakukan kekerasan ini sebenarnya bukan berdasarkan pandangan agama bahwa LGBT itu dosa. Menurutnya, sikap keras itu muncul karena kebencian.
“Sikap yang seperti itu terhadap teman-teman kaum gay, itu prediksi gua bukan didasari karena dosa, bukan karena azab, bukan karena agama, tapi karena benci,” katanya.
Kebencian inilah yang dinilai bahaya oleh Pandji Pragiwaksono. Pasalnya, Orang yang membenci ini cenderung akan berujung merusak dan menyakiti.
“Nah, ketika mulai merusak dan menyakiti, orang-orang jadi korban. Orang-orang yang sebenarnya secara data, secara statistik, secara hukum diakui Indonesia,” katanya.***

0 Comments